Tugas Pengantar Telematika

oleh
Midio Nurramadhani
14111467
4KA42
Sistem Informasi
Ilmu Komputer dan Teknologi
Informasi
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014
Kolaborasi Antarmuka Otomotif
Multimedia
Kolaborasi antarmuka otomotif multimedia atau
Automotive Multimedia Interface Collaboration (AMI-C) adalah sebuah organisasi yang dibentuk untuk menciptakan standarisasi
dunia yang digunakan dalam mengatur bagaimana sebuah perangkat elektronik dapat
bekerja. Contoh Komputer dan alat komunikasi kendaraan atau computer dan radio
dalam mobil. Satiap alat elektronik itu harus dapat bekerja dengan selaras
sehingga kendaraan dapat lebih handal.
Automotive Multimedia Interface
Collaboration (AMI-C) menyatakan bahwa akan menggandeng teknologi Open Service
Gateway Initiative (OSGi) sebagai framework untuk platform sofware yang
dibangun untuk informasi mobile dan sistem entertainment. Dalam kombinasi’a,
AMI-C dan framework OSGi akan menyediakan satu platform software yang umum dan
pasar yang terbuka untuk penyedia aplikasi atomotif berbasis wireless. Untuk
pengguna, platform umum tersebut akan menyediakan pilihan software aplikasi
yang luas.
Setiap perangkat
elektronik yang dipasang belum tentu cocok dengan setiap kendaraan. Perangkat
elektronik atau multimedia bisa saja mengganggu sistem keselamatan dan
system-sistem lain di dalam kendaraan. Itulah kenapa perlu dibentuk
standarisasi kolaborasi antarmuka multimedia.
Automotive
Multimedia Interface Collaboration (AMI-C) sudah memiliki anggota : Fiat, Ford,
General Motors, Honda, Mitsubishi, Nissan, PSA Peugeot-Citroen, Renault. AMI-C
mengembangkan dan men-standarisasi antarmuka multimedia dan telematika otomotif
yang umum untuk jaringan komunikasi kendaraan. Dan 40 pemasok elektronik
mendaftarkan diri untuk menulis standar. Mereka berpendapat untuk menulis
standar diperlukan waktu selama 2 tahun. Tapi dua tahun adalah masa di
telematika. Penyelenggara elektronik, ponsel, komputer dan peralatan video yang
akan menggunakan koneksi dapat melewati beberapa generasi dalam waktu itu.
Standar-standar
akan memungkinkan sebuah pasar plug-and-play global untuk perangkat elektronik
yang akan dipasang di kendaraan dengan kemudahan yang sama dengan melampirkan
pheriperal komputer pribadi.
Sejarah AMIC
The Automotive
Multimedia Interface Kolaborasi (AMIC) didirikan pada Oktober 1998 dengan
tujuan untuk mengembangkan serangkaian spesifikasi umum untuk multimedia
interface ke sistem elektronik kendaraan bermotor untuk mengakomodasi berbagai
berbasis komputer perangkat elektronik di dalam kendaraan. Inisiatif ini-yang
pendiri Daimler-Chrysler, Ford, General Motors, Renault dan Toyota – sekarang
kelompok semua auto utama pembuat, dan dengan demikian menyediakan kesempatan
strategis baru untuk mencapai suatu set umum industri mobil.
Untuk berbagai
alasan, kendaraan telah tertinggal di belakang rumah dan perangkat komputasi
mobile ketika datang ke alat produktivitas dan multimedia. Keamanan, kehandalan,
biaya, dan desain waktu memiliki semua faktor dalam produsen mobil menunda
penerimaan teknologi baru. Makalah membahas otomotif standar untuk antarmuka
multimedia. Organisasi seperti Otomotif Kolaborasi Multimedia Interface (AMI-C)
memiliki kesempatan untuk menjadi kekuatan pendorong di belakang upaya
standardisasi.
Depan yang
berbeda, The Otomotif Multimedia Interface Kolaborasi(AMI-C) mengumumkan di
seluruh dunia cipta penugasan dari 1394 spesifikasi teknis otomotif ke Trade
Association 1394 AMI-C berikut dokumen sekarang milik 1394TA:
1. AMI-C 3023 Power Management Specification
2. AMI-C 3013 Power Management Architecture
3. AMI-C 2002 1.0.2 Common Message Set Power Management
4. AMI-C 3034 Power Management Test Documents
5. AMI-C 4001 Revision Physical Speci .cation.
Tujuan dari proyek ini ialah
sebagai berikut :
Menyediakan
interface standar untuk memungkinkan pengendara mobil untuk menggunakan
berbagai media, komputer dan perangkat komunikasi – dari sistem navigasi dan
hands-free telepon selular, melalui manusia maju / mesin sistem antarmuka,
termasuk pengenalan suara dan sintesis, untuk dipersembahkan komunikasi jarak
dekat (DSRC) sistem untuk kendaraan untuk infrastruktur komunikasi dan sistem
mobil seperti airbag, pintu kunci dan diagnostik input / output.
Meningkatkan pilihan dan mengurangi
keusangan sistem elektronik kendaraan.
Memotong biaya
keseluruhan informasi kendaraan dan peralatan hiburan dengan meningkatkan
ukuran pasar yang efektif dan memperpendek waktu pengembangan – industri
otomotif efektif terdiri dari banyak pasar yang kecil karena setiap platform
kendaraan sering mengandung berbagai adat-mengembangkan komponen dan platform
yang khas hanya sekitar 50.000 unit. Menawarkan standar terbuka dan spesifikasi
untuk informasi interface dalam kendaraan dan antara kendaraan dan dunia luar.
(+) Kelebihan :
1.
Meningkatkan kenyamanan pengendara dalam
melakukan perjalanan seperti penggunaan media, komputer dan perangkat
komunikasi.
2.
Membantu pengendara untuk menghindari
kemacetan dan memudahkan pengendara untuk menemukan lokasi tujuan dengan
menggunakan sistem navigasi.
3.
Meningkatkan keamanan dari kendaraan
dengan standarisasi airbag, pintu kunci.
4.
Meningkatkan pilihan dan mengurangi
keusangan sistem elektronik kendaraan.
5.
Meningkatkan efisiensi dari kendaraan.
6.
Meningkatkan kualitas penyampaian
informasi.
7.
Layar interaktif.
(-)
Kekurangan :
1.
Kendala bagi orang yang kurang memahami
akan fungsi dari multimedia yang tertanam.
2.
Biaya yang mahal untuk melakukan
penambahan multimedia.
3.
Sulit untuk melakukan proses ketika ada
sensor elektronik yang rusak.
4.
Design yang standar bahkan buruk dapat
menyebabkan kebingungan dan kebosanan, bahkan ketika sensor rusak.
5.
Terlalu banyaknya multimedia dapat
menyebabkan pengendara tidak focus dan dapat menyebabkan kecelakaan.
Saran
Penggunaan multimedia pada
kendaraan memang sangat memanjakan pengendara dalam melakukan perjalanan,
sangat memudahkan dalam melakukan pencarian lokasi sehingga dapat meningkatkan
efisiensi bahan bakar, memudahkan dalam melakukan komunikasi, namun berbanding
terbalik ketika pengendara kurang memahami fungsi dari multimedia tersebut,
menyebabkan kebingungan ketika seorang pengendara tidak dapat mematikan sensor,
dan dapat menyebabkan kecelakaan jika sensor tidak dapat berjalan dengan baik
dan terlalu banyaknya multimedia yang dapat menyebabkan pengendara tidak focus
dalam berkendara, dan biaya yang dikeluarkan akan cukup mahal ketika sebuah
kendaraan sudah dilengkapi dengan multimedia yang lengkap. Semua ini tergantung
dari manusianya itu sendiri, dapat memanfaatkan fasilitas dengan baik atau
memanfaatkan fasilitas terlalu berlebihan sehingga menimbulkan hal yang buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar